Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Balada Kakek Wirogimin

Balada Kakek Wirogimin Ia sudah tua Namun s emangatnya tak juga reda Ia hanya s atu tapi mampu membuat s emua orang percaya Akan kenikmatan s urg a Ilahi Tubuh kurus tua Kulit kusut nan keriput Itu kan jadi cirimu Peci tua bertengger di kepalamu Sebuah sarung lusuh Bersandar pada pundak kurusmu Kau berjalan ... M e l e wati gersangnya iman Melalui kerasnya hati Yang haus akan embun penyejuk Kau melangkah… Melewati jalan setapak demi setapak Terdengar kicauan burung kecil Dan lambaian lembut dedaunan Teriknya matahari Tak melelehkan semangatmu Kau terus melang k ah Menghampiri… Sebuah mushola kecil sederhana Disanalah kau abdikan dirimu Kau rawat mushola Dengan belaian kasih sayangmu Kau lanyunkan syair adzan dan iqomah Kau ajak mereka Untuk   menyembah sang I lahi Ketika senja tiba Kan sambut murid –muridmu Dengan salam dan senyum lembut Kau teteskan ilmumu Sedikit demi sedikit Kau lantu...

Kirab 2

KIRAB Terik mentari lelehkan jiwa Tak getarkan semangat warga Tuk saksikan tradisi syawalan Boja Tampak dari ujung jalan Gadis nan cantik rupawan Rambut panjang terurai Berhiaskan mahkota kecil di kepala Dan pakaian adat melekat pada tubuh Kan jadi cirinya Lambaian tangan darinya Memikat hiruk pikuk jiwa Tak henti tebarkan senyum Membuat semua terpesona Semua mata tertuju padanya Siapakah ia ? Gadis yang duduk di atas pelana kuda Diiringi para punggawa Disertai para pasukan Ialah gambaran dari Nyai Ageng Pandansari Asma yang takkan terlupakan Terus melekat di relung hati masyarakat Boja Karna kebaikan-kebaikannya Karna jerih payahnya Karna semua jasa-jasanya Ialah... Tokoh penebar benih islam Sosok pembangun Sosok bijaksana pemimpin kita Yang tak pernah hilang oleh waktu Tradisi yang terbalut dalam proses ritual Yang berjalan dari Jalan Pahlawan Dan berakhir di pusara Nyai Pandansari Semua tuk meng...

Kirab 1

KIRAB  Saat dewi siang mulai meleleh Hiruk pikuk jiwa ikut melengkapi Hanyut dalam satu tujuan Tujuan mulia... Tuk lestarikan budaya bangsa Dari ujung jalan Tampak... Wajah gadis nan cantik jelita Tersenyum merona Pada ribuan warga Ia duduk  diatas pelana kuda Pakaian adat putih dan kuning merah Melekat pada tubuhnya Bersandarkan mahkota kecil dikepala Kan jadi cirinya Lambaian tangan pada setiap warga Membuat semua terpesona Semua mata tertuju padanya Siapakah ia ? Gadis dengan rambut terurai Diiringi para punggawa Itulah gambaran dari Nyai Pandansari Tokoh pemimpin Yang menjadi teladan kita Tokoh pemimpin Yang sangat berjasa Karena dengan setagennya Ia bangun saluran air Atas jerih payahnya Ia islamkan mereka Boja, kau sakralkan tempat itu Tradisi dan ritual yang berjalan khidmad Dari Jalan Pahlawan Hingga berakhir di pusara Nyai Pandansari Mengingatkan kami atas jasa-jasamu Yang...

Balada Nyai Ageng Pandansari

Paras nan cantik rupawan Senyum nan indah menawan Bak bunga-bunga bermekaran Rambut panjang terurai Tergerai………. Tubuh indah semampai Langkah lemah gemulai Itulah engkau Nyai Ageng Pandansari Sungguh ……... Namamu tebarkan wangi melati Segala punggawa tunduk hormati Segala rakyat slalu segani Karna kaulah …….. Pendiri kota Boja ini Kau berjuang Demi kemakmuran rakyat Dengan cara khasmu “ANGGERET SETAGENIPUN” Kau ciptakan mata air Setagenmu lencutkan hasrat Antara Sendang Sebrayut Dan Padepokanmu Airpun tergelincir Mengalir……….. Mengitari kota Boja ini Embun-embun penyejuk Berfaedah …….. Bagi semua orang Tak ada lagi kehausan Tak ada lagi kekeringan Walau namamu semakin masyhur Tak pernah rasa angkuh Menyelimuti  benakmu Walaupun kau tinggal sejarah Walaupun kau telah tiada Namun……….. Namamu ‘kan  s’lalu dikenang Dan perjuanganmu ‘kan s’lalu di ingat Di dalam sanubari setiap insan ...