Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Game untuk Anak, Tepat atau Sesat?

Pada zaman yang akrab dengan teknologi, tentunya anak-anak saat ini tak asing dengan smartphone. Berbeda dari artikel saya sebelumnya yang menceritakan bahwa pada zaman modern ini masih ada orang yang gagap internet, kalimat tersebut tidak berlaku untuk anak-anak. Anak-anak yang lahir di abad-21 merupakan generasi milenial yang tak asing dengan teknologi. Kehidupan anak generasi milenial berdampingan dengan perkembangan teknologi. Maka tak asing jika anda melihat anak, keponakan atau tetangga anda yang masih kecil mahir memainkan ponsel kecil milik kedua orang tuanya. Sedikit bercerita, saya memiliki keponakan umur 6 tahun. Di umurnya yang sekarang. Ia sangat pandai dalam berbahasa inggris. Namun yang membuat saya takjub adalah. Bahwa ia mahir berbahasa inggris bukan karena les atau ajaran kedua orangtuanya. Namun karena ia bermain game di hape pintar milik orangtuanya. Hape pintar tersebut yang membuatnya terbiasa mendengarkan kosa kata bahasa inggris. Namun sayangnya, justru ...

Internet "tidak" untuk Semua Orang

Gambar
Sumber : https://nation.com.pk/19-Mar-2017/blasphemy-and-the-interne t Ketika membicarakan tentang akses internet tentu semua orang sudah tidak asing dengan hal itu, khususnya anak muda di Indonesia. Akses internet saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang dan bagi setiap kalangan. Entah itu orang kaya, maupun orang miskin, rasanya internet sudah tidak menjadi hal yang asing. Contoh kasus yang baru saja saya temui. Saya ibu penjual nasi rames di daerah Grendeng sedang bermain HP. Dan ketika saya bertanya apa yang sedang ia lakukan sembari menunggu pelanggan. Ibu penjual nasi ramespun menjawab bahwa ia menunggu pelanggan sambil bermain gadgetnya, dan ia biasa membuka instagram. Wah, sungguh tidak mengherankan lagi bahwa saat ini semua orang sudah familiar dengan yang namanya Smartphone dan juga akses internet. Namun apakah akses internet di Indonesia ini sudah merata dari seluruh daerah, segala usia, segala pekerjaan dan juga semua jenis kelamin? Jika kita lihat ...

Media online, Tempat “Nongkrong” Pertama Atau Kedua?

Gambar
Apakah Media Online lebih digemari? Akhir-akhir ini aku mulai kuwalahan dengan grup di salah satu akun sosial mediaku. Grup line yang aku punya saat ini sudah mencapai angka 80. Bisa dibayangkan bagaimana sibuknya aku mengikuti semua komunitas yang aku punya. Dan entah mengapa hampir semua grup itu selalu aktif dengan obrolan anggota didalamnya. Grup teater Sianak, Grup SEF 2017, Grup SEF 2018, grup SMK, Grup Kelas, Grup perempuan di kelas, grup tugas, semua penuh dengan obrolan yang terkadang penting terkadang tidak. Namun apapun obrolan didalamnya tentu jika kita ingin akrab maka haruslah berpartisipasi. Tak jarang aku ketinggalan informasi yang justru penting karena banyaknya grup dan juga obrolan yang sudah menumpuk. Obrolan yang menumpuk digrup terkadang kubaca namun tak jarang hanya ku buka untuk menunjukkan kehadiranku di grup. Baru hari kemaren aku belajar tentang virtual community. Buku dari Leah A. Lievrouw & Sonia Livingstone (2006) yang berjudul   ...