Suara Milenial Banyumas da(Menakar perilaku politik generasi milenial pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas pada Tahun 2018

Apa intisari dari acara tersebut?
Inti dari acara tersebut adalah untuk memaparkan hasil dari riset yang dilakukan oleh Lingkar Kajian Banyumas dengan  Navigator Research Strategic kepada 400 responden periode 3-7 Mei 2018. Seminar pemaparan hasil riset tersebut berjudul “Suara Milenial Banyumas da(Menakar perilaku politik generasi milenial pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas pada Tahun 2018”. Acara tersebut menjelaskan tentang bagaimana suara para pemilih muda dan perilaku generasi milenial dalam menghadapi Pemilihan Bupati 2018 ini. Seminar tersebut menjelaskan mengenai karakter milenial ( mulai dari kegiatan yang disukai, media yang digunakan, berita yang sering diakses dan keaktifan pemilih muda di Banyumas terhadap kegiatan organisasi) ,  hubungan antara Milenial dan Pilkada Banyumas 2018 (pengetahuan milenial tentang waktu pilkada maupun kandidat), sosialisasi pilkada di mata generasi milenial di Banyumas dan persepsi milenial mengenai partai politik, poppularitas partai, akseptabilitas kandidat dan elektabilitas calon bupati dan wakil bupati serta peta dukungan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Acara tersebut juga memaparkan tentang pendapat generasi milenial tentang permasalahan yang penting di Banyumas serta preferensi lainnya,  dan juga potensi partisipasi dan pilihan yang ditentukan oleh kaum milenial yang menjadi responden pada riset tersebut.
Seminar tersebut membahas peran pemuda yang memiliki fungsi strategis dalam akselerasi pembangunan. Pemuda diharapkan dapat berperan aktif menjadi agen perubahan dan juga sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial melalui perannya di dalam aktivitas politik. Saat dihadapkan dengan tahun politik saat ini maka generasi muda harus dapat berperan minimal melalui suaranya. Hasil pemaran riset pada tanggal 31 Mei 2018 di Aula FISIP Unsoed menjelaskan banyaknya jumlah pemilih muda berdasarkan DPS per April 2018. Jumlah pemilih muda di Banyumas yang sebanyak 348.979 orang. Jumlah tersebut adalah 26.8% dari suara total DPS. Hasil survei ini sangat penting untuk kandidat Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati.
Dalam acara kemarin juga dihadiri oleh Kapolda Banyumas dan juga beberapa perwakilan dari partai politik yang tertarik dengan hasil survei Lingkar Kajian Banyumas dengan  Navigator Research Strategic.  Survei tersebut dinilai penting untuk dapat menyesuaikan dan juga mengetahui potensi pemilih dan juga menentukan strategi dalam mengambil hati masyarakat ataupun dalam melakukan kampanye. Bagi penyelenggara pilkada survei ini juga dinilai penting untuk mengetahui dan memahami sejauh mana potensi partisipasi dari generasi muda pada pilkada mendatang. Survei dapat membantu dalam memaksimalkan partisipasi pemilih muda.  Hasil survei tersebut pada intinya memberikan kesempatan  dan wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan pilihan politik dan juga tutuntan mereka mengenai kebijakan dan isu yang diinginkan.
Hasil survei yang saya ketahui pada inti acara tersebut adalah adanya survei yang dilakukan pada 400 responden di 27 kecamatan di Banyumas tersebut dilakukan dengan cara wawancara tatap muka. Pemilihan responden dilakukan dengan sampling yaitu dari kecamatan dipilih acak, dari desa yang dipilih secara acak dan proporsional dan di ambil RT secara acak. Pada setiap RT dipilih pemilih pemula dari 2 KK yaitu 1 laki-laki dan 1 perempuan. Hasil dari survei menunjukkan mayoritas responden berusia 17-21 tahun dan beragama mayoritas islam. Pendidikan responden 51,0% berpendiidkan tamat SMA dan sebanyak 61.8% responden belum bekerja. Responden menyatakan bahwa kegiatan yang paling disukai generasi milenial saat ini adalah olahraga yaitu 38.0%, menonton film, mendengarkan musik, permainan dan teknologi baru, memasak dan aktif dalam media sosial. Sedikit dari generasi muda yang suka membahas isu sosial dan politik . Generasi milenial pada dasarnya membutuhkan sosialisasi dari KPU dan butuh untuk mengenal kandidat pemimpin mereka.
Jelaskan kaitan antara hasil penelitian yang dipaparkan dengan teknologi komunikasi?
Kaitan antara hasil penelitian yang dilakukan oleh Lingkar Kajian Banyumas dengan  Navigator Research dengan teknologi komunikasi adalah bahwa teknologi komunikasi dapat digunakan sebagai sumber informasi mengenai Pilkada Banyumas 2018 dan juga dapat bermanfaat bagi Kandidat Bupati dan Wakil Bupati untuk menciptakan strategi kampanye dan juga dekat dengan generasi muda. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa ternyata kaum milenial saat ini sangat akrab dengan teknologi komunikasi.  Hasil riset tersebut menjelaskan bahwa :
Salah satu kegiatan yang dilakukan dan paling disukai oleh generasi milenial adalah permainan dan teknologi baru serta aktif di media sosial. Bahkan 94.5% generasi muda yang disurvei oleh Lingkar Kajian Banyumas dengan  Navigator Research Strategic memiliki akun media sosial seperti facebook, whatssap, twitter. Dan mereka tergolong sering menggunakan media sosial dalam kegiatan sehari-harinya.
Sumber informasi terbesar yang digunakan untuk mengetahui infomasi tentang Pilkada Banyumas 2018, dari mulai calon kandidat, asal partai hingga tanggal Pilkada berlangsung adalah melalui media online.
Berdasarkan hasil penelitian maka teknologi komunikasi ternyata memiliki peran yang penting dalam menyebarkan informasi dan membantu suksesnya Pilkada Banyumas 2018. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kirab 1